RSS

Mengintip Koran Lusuh.

25 Feb

Siang itu. Disaat perut sudah mulai meminta apa yang menjadi Hak-nya. Pergilah saya menuju warung makan yang letaknya tidak jauh dari tempat kost saya. Seperti biasa, saya memesan, lalu menunggu pesanan saya siap.

Di hadapan saya ada koran yang terlihat sudah lusuh sekali. Semoga koran itu lusuh karena memang banyak orang atau pengunjung warung itu yang sudah membacanya. Atau mungkin hanya menjadi pengganti lap kotor untuk meja-meja disana?

Saya tiba-tiba tertarik untuk mengintip berita apa saja yang dimuat koran itu. Mungkin karena suasana warung saat itu lumayan membosankan bagi saya. Jadi begini, sang Ibu (penjual) melayani saya dengan wajah yang lesu sekali. Entah mengapa. Dan sang anak laki-lakinya malah justru asik bernyanyi menirukan Adele dengan Someone Like You-nya dan Michael Jackson dengan You are not alone-nya. Lagu-lagu itu terdengar cukup keras dari Mp3 handphonenya. Suaranya pun tidak kalah keras. Ah, mungkin dia bercita-cita mengikuti ajang X-Factor kemudian terkenal! Kapan? Mungkin seribu tahun lagi..haha..

Oke, mie goreng pesanan saya pun akhirnya siap. Sembari meneguk minuman, saya mulai membaca koran itu.

Berita pertama :

Saya tertarik dengan salah satu berita mengenai perayaan ulang tahun GKR Pembayun yang ke 41. Acara itu diadakan di Taman Satwa Wildlife Rescue di Kulonprogo. Dia sengaja membawa berbagai macam buah-buahan untuk para satwa yang ada disana dan menikmati hari bahagianya bersama mereka.

Menurut saya, yang membuat itu semua terlihat keren bukan karena beliau kerabat Kraton. Saya kurang peduli entah beliau kerabat Kraton atau krabat Kotak, yang saya pedulikan itu lebih ke rasa kepeduliannya yang besar terhadap sesama makhluk hidup.

Berita kedua :

Bersama warga setempat, JemekĀ Supardi (seniman pantomim) melakukan ‘gerebek’ sampah di tempat pembuangan sampah di Desa Singosaren, Kecamatan Banguntapan, Bantul. Para warga antusias sekali melaksanakan agenda besar mereka ini. Kegiatan ini berlangsung karena warga mulai merasa gelisah dan tempat pembuangan sampah ini dirasa kurang menguntungkan bagi warga. Selain sebagai sumber timbulnya berbagai macam penyakit, selama ini warga juga mengalami kesulitan disaat ingin melakukan kegiatan olah raga ataupun kegiatan seperti hajatan.

Itu semua terjadi karena minim sekali adanya lahan kosong di daerah tersebut. Oleh karena itu warga bercita-cita merubah tempat pembuangan sampah ini menjadi lapangan bola dan ruang terbuka untuk bermain anak-anak mereka. Itulah hal keren yang juga saya temui di koran ini. Semoga seniman-seniman lain ikut menyadari akan ‘jerit-tangis’ lingkungannya.

Selamat menikmati santap siang anda.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 25, 2013 in BEBAS

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: