RSS

Sampai Sinar Itu Diciptakan

07 Jan

Pagi itu terasa sangat dingin, tidak berbeda dengan sikap saya.

Saya terlahir disini, sebagian usia saya pun, saya habiskan disini. Suatu daerah yang sepertinya begitu gelap dan tidak memiliki manusia-manusia yang bisa dicontoh.

Hanya sebagian. Sebagian kecil. Sangat kecil.

Sejak kecil saya sudah terbiasa melihat dan mendengar hal-hal kotor. Judi nampaknya sudah menjadi budaya disini. Miras dinyatakan sebagai tali pengikat pertemanan. Kebusukan orang lain dianggap bahan perbincangan yang menarik. Berbicara dengan bahasa kotor dan kurang pantas sudah menjadi hal yang sangat lumrah, bahkan anak bau kencur pun sudah pandai mengucapkannya. Mungkin karena mereka mencontoh perilaku para pendahulunya. Bodoh. Bodoh sekali.

Semasa kecil saya tidak begitu merasakan dampak lingkungan ini dikehidupan saya, saat itu yang saya tau hanyalah bermain dan menyenangkan diri sendiri. Jadi anak kecil memang menyenangkan. Tapi semua itu sudah berbeda sekarang, dampaknya sudah mulai terasa hingga ke relung hati. Hal ini yang memicu saya untuk berfikir.

Kebiasaan yang sudah mengakar ini harus bisa dilenyapkan, perlahan. Karena sudah begitu banyak kisah menyakitkan yang terdengar. Di masa muda dia jaya, bebas melakukan apapun yang dia mau. Waktu terus berlari. Ketika masa tua datang, dia tak lebih dari se’onggok daging kusam yang kehilangan arah, dicaci disana-sini dan akhirnya pergi dengan berteman penyakit atau hukuman lain dari Sang Pencipta.

Degradasi moral dan dekadensi kepribadian. Sampai kapan tempat ini melahirkan manusia-manusia seperti itu!!!

Setan berwujud manusia lebih tepatnya.

Jika tidak bisa suci, paling tidak jangan mengotori diri sendiri.

SUMBER: http://wicaksonobaguspamungkas.blogspot.com/2012/02/sampai-sinar-itu-diciptakan.html

NB: Ada kalimat yang saya rubah sesuai dengan keinginan dan imajinasi saya.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 7, 2013 in BARA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: